Jumat, 15 April 2011

No tittle

"Aku mengadahkan kepalaku condong ke arah matahari Yeah " sahut Key sambil memejamkan matanya entah apa yang ia lakukan selama ini selalau menghadap ke arah matahari aman , nyaman sejuk itulah yang ia rasakan selama ini angin sepoi sepoi membuat rambut key tergerai indah
"Kamu ngapain disini ?" tanya Drian yang kebingungan melihat perilaku Key . Key menengok ke arah datangnya suara dilihatnya Drian sedang berdiri tepat di belakangnya
"Seperti apa yang kau lihat " cetus Key sambil kembali melakukan kegiatannya
"Memangnya apa yang kau lihat ? hanya matahari ? kau melihatnya setiap hari dan selalu disini ? apa kau tidak bosan dengan ini ?" cetus Drian yang duduk di atas pipa . Key  tidak mengacuhkan apa perkataan Drian ia terus melihat matahari hingga hari menjadi petang .
"Aku bosan dengan semua ini dengan apa yang ku dapat " cetus Key lalu membuka matanya dan pergi menjauh dari taman
"Kau bosan ?"
"Seperti yang kau dengar ku bosan dengan semua ini "
Key kemudian kembali berjalan menjauhi taman .Drian yang sedari tadi hanya duduk di pipa kemudian kembali berjalan mengikuti Key
"Hei tunggu kau jalan cepat sekali " cetus Drian yang mengikuti key di belakang

******
" Kamu dari mana saja " sahut ibu Key yang berdiri di depan pintu rumah . Key berjalan melewati ibunya tanpa salam sama sekali . 
"Ibu sedang bicara sama kamu " cetus Ibu Key 
"Yang pasti aku pergi . aku ke taman " cetus Key dengan nada sinis . tanpa menoleh ke arah ibunya .Key berjalan menuju ke arah kamarnya . Ibunya hanya diam dan duduk di sofa melihat tingkah laku anak tirinya yang semakin menjadi . Perilaku Key berubah semenjak 2 tahun lalu ketika ibu kandung Key meninggal dalam kecelakaan mobil , pada saat itu ibu Key sedang dalam keadaan mengantuk, karena ia baru saja pulang tepat jam 2 pagi dini hari . dari kantornya dan ia pada saat itu benar benar sangat ngantuk karena dari pagi sampai pagi lagi ia terus bekerja di kantor tanpa tidur sejam pun dan alhasil mobil yang dikendarai ibu Key terjatuh ke sungai .berita tentang jatuhnya mobil yang dikendarai Ibu Key baru  diketahui jam 6 pagi  pada saat itu semua anggota keluarga sangat shock mendengar kabar tersebut mereka tidak menyangka sebelumnya bakal kejadian seperti ini . Tapi ayah Key masih tetap pada keyakinannya bahwa istrinya masih hidup . semenjak itu  . Ayah Key   mencari keberadaan ibu Key yang terjatuh di sungai tersebut dia tetap yakin bahwa istrinya itu masih hidup tapi , tuhan berkata lain ibu Key ditemukan tepat di dalam mobilnya dalam keadaan tak bernyawa . Key sangat terpukul dengan berita tersebut ia terus menangis sepanjang hari ketika ia melihat foto ibundanya.  berhari hari telah berlalu , berminggu minggu sudah berlalu semenjak meninggalnya Ibunda Key tapi tetap saja key tidak lepas dari foto ibundanya
"Key sampai kapan kamu harus kayak gini terus Key papa udah ngerelain Ibu kamu  pergi tapi kamu belum " teriak ibu tirinya dari arah tangga . Key tetap diam tanpa bersuara dirinya hanya menangisi kenapa papa nya tak bisa menjaga perasaan nya kepada ibundanya Key tetap tidak terima ia mempunyai ibu tiri dia tetap keukeh pada pendiriannya sampai kapanpun ia tidak akan menerima ibu tirinya dengan panggilan "ibu" sampai kapanpun
......................................
3 tahun kemudian 
"Pa aku berangkat dulu ya " sahut Key sambil mengunyah roti isinya itu 
"Kamu gak salam sama ibu kamu " Key menengok kearah ibu tirinya Key tersenyum itu juga senyum paksaan 
"Ntar aja deh aku buru buru nih "sahut Key sambil meninggalkan mereka di meja makan .
selama tiga tahun terakhir Key masih tetap keukeh dia tidak mau salam sama ibu tirinya sedangkan, Kevin sudah menerima ibu tirinya 2 tahun yang lalu 
" Key cepat telat nih " sahut Kevin yang sedang memakai helmnya 
" iya iya " Key berlari menuju motor ninja kakaknya sesambil menenteng sepatu yang tadi belum sempat ia pakai 
" Key udah salam sama ibu " 
Key diam  tanpa memandang wajah kakaknya itu . 
" Kenapa sih lo, lo belum bisa terima ? " cetus Kevin sambil menatap sinis adeknya itu 
"Bukan urusan lu juga , kan ? " Key memandang sinis kakaknya . Key tidak tau menahu tentang ibu tirinya apa lagi urusan yang menyangkut ibu tirinya yang sedang hamil dan kesehatan ibu tirinya yang harus extra 
" Key lu tuh gak bisa apa baik sekaliaja sama dia ?"
" Baik kak ? BAIK? apa gak cukup baik gue dengan gak mengusir dia selama 4 tahun ini apa itu gak baik namanya " Key mengambil tisue di dalam tasnya kemudian mengusap tangan kakaknya dengan tisue , lalu membuangnya tepat di dalam sepatu ibu tirinya 
"Apa- apaan sih lo make ngusap tangan gue segala lagi , dan itu lo buang tisue ke sepatu dia LU GILA KEY ? " 
" Alhamdulillah gue masih waras" cetus Key sambil menaiki motor ninja milik kakaknya itu .
"Cepetan berangkat gue telat nih " cetus Key sambil  menguncang - guncangkan tubuh kakaknya itu
...............................
Key meminum teh manis yang ada di depannya sesambil memainkan bolpoinnya . Dilihatnya kertas putih yang sekarang sudah tercorat-coret dengan beberapa angka 
"Hmmmmm.... no 4 kok gak ada jawabannya sih " gumamnya ketika melihat soal soal dan kertas penuh coretan . Key melihat -lihat kertas coretan tadi , lalu kembali menuliskan angka-angka lagi . Soal matematika yang ada di genggamannya sekarang sudah terisi penuh dengan jawaban dan coret- coretan sekilas 
"Finish " cetusnya dengan kembali menenguk teh manis miliknya itu
"Key , kemana aja sih lu , " Key terkaget - kaget lalu menghembuskan nafasnya lagi "Drian " cetus Key tanpa menghadap ke arah suara
"Ampun deh Key gue Sera " Key lalu membalikkan badannya , dan tersenyum sedih
"Kirain gue Drian " cetus Key sedih lalu menenguk es teh manis miliknya itu
"Drian ? siapa tuh " cetus Sera sesambil  duduk disebelah Key
"Anak gedung A "
"Gedung A kelas terpintar bukan ? "
"Hmmm gue rasa begitulah ....masa lu gak tau sih Ser ? Key lalu menatapcuriga Sera yang sekarang sedang mengutak-atik handphonenya
"Suer deh gue gak kenal ahhhh gue tau .... pasti Drian gebetan lu kan ?"cetus Sera sambil mengedipkan matanya ke arah Key
"Ahhh elu, Vina, Sandy, Keyla sama Arinda  mana Ser ?" cetus Key sambil melihat- lihat kiri kanan tidak menunjukkan batang hidungnya mereka ber empat
" Mereka lagi nyari lu tuh lagian tumben aja lu di kantin gedung A mau ketemu Drian ya... hayooo ngaku ?"  Cetus Sera sambil menyerobot eh teh manis milik Key
"Hehehe iya sih tapi gue gak ketemu  Drian dari tadi "
"Yah sayang banget , gue jadi penasaran nih sama Drian "
"Tenang kalo gue ketemu ntar gue kasih tauin kok  tapi jangan sampe suka sama tuh anak ya ?'
"Hahahaha tenang aja kali Key "Key lalu beranjak dari kursi kantin lalu berlari secepat mungkin ke arah gedung B .Sera mengikutinya dari belakang dengan berlari-lari "cepat juga tuh anak larinya " cetus Sera kemudian berlari lagi ke arah gedung B 
..................................
Key membanting pintu kamar tidurnya keras , semua yang ada di rumah ini selalu saja peduli sama ibu Rasty atau ibu tirinya .selalu saja dia yang diperhatikan sama keluargannya 
"Sial kenapa gue harus punya ibu tiri " cetus Key sambil membanting bantal yang ada di depannya 
"Kakak ,kak semua udah terima ibu Rasty kenapa kakak belum ?" suara itu mengkagetkan Key . Key lalu berdiri dari tempat tidurnya dan menuju ke arah meja belajarnya  
"REZA ,ngapain kamu disini?" cowok bertubuh tinggi itu berdiri dari tempat duduknya 
"Minjem ini kak, boleh gak ?" Cetu Reza sambil menjingjing buku komik conan miliknya 
"Eza udah berapa kali kamu minjem komik kakak ?"sahut Key sambil duduk di kursi meja belajarnya .sering sekali Reza atau yang sering dipanggil Eza minjem komik Key dan alhasil, tidak dikembalikan alias ditelan bumi ,entah kemana tuh komik Key sudah berkali-kali acak - acakin kamar Reza untuk menemukan komiknya , tapi tidak ketemu juga ,Alhasil Reza pun kena semprotannya Key .Reza janji mau ganti rugi tapi sampe sekarang gak pernah diganti-ganti . 
"Hmmmmm" sahut Reza sambil menghitung-hitung dengan jarinya 
"Lupa kak, yah palingan gak sampai 10 han lah kak " cetus Reza sambil ketawa cengengesan tampang gak bersalah 
"Ehmmm, kamu ini ya lebih dari 10 tau gak minjem komik kakak "
"Tak tau kak emang kakak tau berapa kali aku minjem komik kakak ?" Key terdiam lalu menghitung-hitung dengan jarinya 
"Hmmmmm sekitar 15 maybe " 
" Alah kakak aja gak tau berapa kan ? lagian ...tenang aja kali kak aku bakal balikin kok suer dah "
"Kakak gak percaya lagian kamu tuh janji mulu tapi gak ada buktinya " Sahut Key lalu mengambil komik yang ada di tangan adiknya itu 
"Ah kakak mah pelit yaudah gak bakal aku kasih tauin tentang Drian " Cetus Reza sambil membalikkan badan menuju pintu kamar . Key yang sedang asyik membaca komik langsung terdiam dan berlari menuju ke arah Reza 
"Emang Drian kenapa ?" sahut Key yang sekarang mukanya keliatan panik 
"Hahaha giliran Drian aja langsung panik " Sahut Reza dengan tertawa terbahak-bahak 
"REZA.... DRIAN KENAPA ?" Cetus Key dengan suara yang keras 
"Aduk kak pengang nih kuping pelan- pelan napa kalau ngomong " Cetus Reza sambil mengusap- usap telinganya
" Iya iya kaka minta maaf ya adikku yang ngeselin sekarang kasih tau Drian kenapa ?"
" Hmmmm satu syarat " kata Reza dengan menunjukkan angka satu
"Ini ?" Cetus Key lalu melemparkan komik conan yang ada di genggamannya
"Oke,  sippp byeee kak " cetus Reza lalu mencoba membuka pintu kamar Key
" Kok gak bisa kak ?" cetus Reza sambil terus mencoba membuka pintunya
"Gue kunci dan ini kuncinya " Reza terbelalak melihat kakaknya sedang memegang kunci kamarnya
"Kapan kakak kunci ?"
" Tadi pas gue dateng "
Reza mengingat ingat ketika kakaknya membuka pintu kamar dan ada bunyi pintu terkunci tapi kenapa tadi dia ngejar-ngejar ketika Reza bilang Drian sengaja ?
"Trus kalo gitu kenapa kakak ngejar aku pas ngomong Drian "
"Itu sengaja biar kamu tuh kasih tauin tentang Drian ke kakak , lagian, kakak tau kok kalau kamu pasti ngambil komik kakak kalau kakak keluar kamar atau mandi iyakan Re ?
Reza tertawa cengengesan tanpa arti
" Sekarang kasih tau kenapa Drian ?"
" Hmmm satu syarat "kataReza sambil tertawa penuh kemenangan
"UIhhhhh, gue udah turutin syarat lo sekarang  gak ada syarat lagi cepetan keburu abis nih waktu "
Reza menghembuskan nafas kekesalannya kakak yang satu ini emang cerdik banget dia itu selalu saja melakukan aksinya tanpa ketauan mau itu, ngerjain temannya pas ultah ataupun memaksa Kevin untuk meminjam motornya dengan segala cara dan itu BERHASIL dan anehnya, Reza sudah mengikuti segala cara kakaknya tapi NIHIL
"Drian kemarin main basket di taman tapi, mungkin ada yang aneh dengan dia  karena kakak gak pernah dateng ke taman itu lagi
"Maksudmu ?"
" Ya , bukannya kakak sering ke taman melihat matahari dengan memejamkan mata , dan sekarang kakak gak pernah ke taman melakukan itu ataupun hanya main basket kakak lebih senang hang out bareng teman kakak itu dan tak pernah ke taman. kakak tau Drian sering ke situ duduk di pipa atau bermain basket dia kangen kakak yang dulu sering pergi ke taman dari pada main ke mall sekarang kakak beda"
"Apa itu yang diucapkan Drian ke kamu ?"
"Ya "
Key terdiam . dia menyadari semua perubahan pada dirinya dulu, dia benci mall tempat perbelanjaan , Shopping ataupun sebagainya karena menurut dia itu biasa saja dan tak ada yang menarik dia lebih suka bermain di taman ataupun ke toko buku untuk membeli komik , tapi sekarang ia lebih suka ke mall hang out bareng teman ataupun Shopping dia melakukan hal yang ia benci dan Reza menyadari semua perubahan pada diri Key
"Kapan kamu ketemu Drian ?"
"Seminngu yang lalu "
Key lalu membuka pintu kamarnya dan berlari ke arah tangga
" Makasih kakak hahhaha" Cetus Reza sambil mengayunkan komik yang ada di tangannya
.................................
Key berjalan ke arah taman ,dilihatnya sekeliling tak ada Drian ,diatas pipa, di lapangan basket , maupun di ayunan yang ia sering mainkan bersama Drian . dan sekarang Drian tak ada di tempat dahulu ia sering main kemana Drian ? Kata Reza dia sering kesini setiap sore hmmm gumam Key dalam hati
"Eza pasti bohong .... ngapain juga ya gue percaya hmmm awas aja tuh anak grrrr "gumam Key dalam hati sambil duduk di kursi ayunan
udara di taman sangat sejuk angin sepoi -sepoi nya membuat rambut panjang Key tergerai indah rupanya taman ini masih seperti dulu .Taman yang membuat hatinya sejuk dan nyaman sering sekali waktu SD ia kesini sendirian untuk merendam emosinya ataupun sekadar bosan di rumah .Semua ia lakukan karena di taman ini adalah tempat yang pas untuk bersantai karena suasananya yang alami dan sangat sejuk
"KEY, ITU LU Key " Key yang terdiam di kursi ayunan bergerak kesana kemari siapa yang panggil pikirnya dalam hati Key duduk kembali ke kursi ayunannya tepat di depannya   cowok dengan senyuman khas , rambutnya yang dicepak ,dengan baju kaos oblong dan celana boxer biri dengan di tangan kirinya terdapat bola basket
"D....Drian " suara Key terdengar tergagap-gagap
"Key .... gue kangen lu . lu masih inget Key "Cetus Drian sambil mengguncang -guncangkan tubuh Key
"Drian gue kangen lu ............. kemana aja lo selama ini " 

1 komentar: